“Kapan Sandeq Race 2013?”

Mendorong sandeq ke laut

Judul di atas adalah pertanyaan yang sering saya terima tiga bulan terakhir. Ada lisan, ada tulisan khususnya lewat media sosial di internet. Pertanyaan yang membuat gamang. Bukan apa-apa, yang tanya itu kebanyakan orang asing, ada media, ada agen wisata, ada hobby berlayar, dan ada peneliti. Misalnya email yang datang dari penerbit di luar negeri, “I’m […]

Ini Dia “Nyawa” Mandar: Mengenal Siriq dan Lokkoq

D3X_8098

Jepang punya “bushido”, Mandar punya “siriq” dan “lokko”. “Siriq” bukan hanya ada di Sulawesi Selatan (Bugis dan Makassar) tapi juga di Mandar. Jika di Bugis – Makassar istilahnya “Siriq – Pesseq”, di Mandar “Siriq – Lokkoq”. Berikut penjelasan “siriq” dan “lokkoq”, yang saya kutip dari dua buku yang ditulis tokoh Mandar[1], Baharuddin Lopa dan Darmawan […]

Berburu Babi, Artefak Hidup Berumur Ribuan Tahun

D3X_5907

Dalam evolusi manusia, pekerjaan paling primitif adalah berburu. Salah satu ciri manusia menjadi modern ialah ketika mereka memiliki kemampuan membudidayakan apa yang mereka buru di waktu lampau. Baik itu tanaman maupun hewan. Saat ini, di millenium ketiga, kala tak ada lagi yang tak bisa dibudidayakan, tradisi ribuan tahun lampau masih bisa disaksikan: perburuan babi. Apa […]

“Pangundung”, Si Pemburu Lebah, Keberaniannya Tak Tertandingi

D3X_5472

Seri Pemburu-pemburu di Mandar (01) Ratusan ribu ekor lebah terbang dengan nada gusar di bawah tajuk pohon “landiq”. Sarang mereka diusik oleh seorang lelaki tua bersenjatakan dua ikat daun kelapa kering. Laksana batang rokok berukuran satu meter. Asap mengepul mengepung menyerang koloni. Lebah prajurit mundur teratur. Suara “Mmmmmmmmmrrrr” dari lebah, yang kadang bagi sebagian orang […]

Puang dan Daeng: Status Sosial dan Sapaan di Mandar (02)

Untuk memudahkan membedakan mana "daeng" mana "puang", biasanya "daeng" adalah raja sedang "puang" adalah legislatif. Tapi tidak seserhana itu. Pembahasannya ada di dalam tulisan

Berikutnya adalah “Tau Pia”, yaitu orang pilihan yang berhak menduduki atau memegang jabatan pada lembaga “adaq” adat’ di dalam kerajaan-kerajaan di Mandar. Disapa dengan sapaan penghormatan “Puang”. Puang Pembagian/penggolongan “tau pia”: (1) “Tau pia tongang” atau “tau pia mannassa” (tau pia pilihan, asli). Tidak pernah memperhitungkan kadar darah  yang dimiliki melalui perhitungan persentase. Perhitungan keturunan […]

Puang dan Daeng: Status Sosial dan Sapaan di Mandar (01)

Andi Baso Parenrengi saat dilantik menjadi maraqdia Balanipa

Sekilas, dari segi struktur “daeng” nampak lebih tinggi dari seorang “puang”. Sebenarnya tidak. Sebab kadang seorang menjadi “daeng” karena jabatannya. Demikian juga sebaliknya. Tulisan ini membahas secara singkat tentang status sosial di Mandar besertaa sapaan yang digunakan di Mandar. Juga sebagai penjelasan tidak langsung mengapa dalam kebudayaan Mandar tak ada sapaan “mas” atau “bung” sebagaimana […]

Mengenal “Tuqduq” Mandar

Pattuqduq tobaine pada tahun 1980an dalam buku wisata Sulawesi Selatan (Foto oleh Ilham Soenharjo)

Secara harfiah, bahasa Mandar tari atau tarian adalah “tuqduq”. Sedang penari berarti “pattuqduq”. Dalam kebudayaan Mandar di unsur kesenian, ada banyak jenis tarian tapi secara umum hanya dua, yaitu “pattuqduq tobaine” (penarinya perempuan) dan “pattuqduq tommuane” (penari laki-laki). Memang ada tarian lain, tapi jarang diikuti kata “pattuqduq”, seperti “pallake” (tarian yang pemainnya mengenakan “lake” atau […]

Tentang (Tradisi) Seminar Kebudayaan Mandar

D3X_6027

Beberapa waktu lalu saya membuat status di Facebook, “Idea: Seminar Kebudayaan Mandar III: Desember 2013”. Syukurlah, ada yang merespon. Misalnya, “Penting ini. Tp spertix budayawan kt tdk ada regenarix, lalu siapa yg akn jd pematerix. Yg tinggal P Suradi Yasil,” menurut Sri Musdikawati. Ya, memang bila berdasar pada budayawan (yang akan jadi pembicara) senior, jumlahnya […]

“Marroma”, Bagaimana Kabarmu Wahai Bayi

D3X_5345

“Jangan dimulai acara kalau saya belum tiba,” pesan pendek saya ke isteri. Rabu, 3 April 2013, pagi-pagi sekali saya tancap gas motor dari Mamuju ke Pambusuang. Bukan apa-apa, jam sepuluh akan dilangsunkan salah satu upacara penting untuk bayi kami yang masih ada di dalam perut. Itu bagian dari serentetan upacara berkaitan siklus hidup manusia Mandar. […]

Menanam “Tarreang” dan Membaginya

Pua Kaco seorang petani tarreang dari Desa Bala menjelaskan cara menyebar benih tarreang

Kedaulatan Pangan Ala Mandar (04) Menanam “tarreang” gampang-gampang susah. Mudah sebab disebar saja, tapi kalau lemparannya tidak tepat, benih yang tumbuh tidak akan rata. Ada kosong, ada yang tebal,” ungkap Pak Kaco, seorang petani “tarreang” yang ladangnya berada di Palippis, tak jauh dari pos polisi Balanipa. Menurutnya, ukuran “tarreang” yang sangat kecil menjadikan teknik tanamnya […]

Kuliner “Tarreang” dan “Ussulannya”

menunggu panen_01

Kedaulatan Pangan Ala Mandar (03) Kita patut berbangga, ada banyak olahan makanan kita (non beras) yang seratus persen bahan bakunya dihasilkan sendiri daerah kita; yang tumbuh di sekitar kita. Mungkin itu tak kita sadari. Contohnya kola’. Bahan utamanya pisang atau ubi kayu, gula merah, dan santan. Ubi kayu gampang ditanam, gula merah melimpah turun dari […]

“Raqapang” dan Penjaga “Tarreang” Menikahi Bidadari

Raqapang atau ani-ani adalah alat pemotong kala memanen tarreang (jawawut) atau padi jenis lokal

Ketahanan Pangan Ala Mandar (02) Melintas Wonomulyo hingga Polewali di kala musim panen akan kita saksikan mesin-mesin perontok padi. Sebelumnya itu, padi dipanen dengan carai “didokkang” yang menggunakan sabit. Cara panen itu tidak keren, tidak elegan. Beda dengan “tarreang”. Memanen “tarreang” butuh ketekunan, ketelatenan, dan keterampilan. Sebab, cara panennya tidak asal tebas. Tidak asal pegang […]

Sekilas Tentang Maccoqboq

D3X_1373

Tadi siang, Ahad 10 Maret 2013, saya dan beberapa teman memenuhi undangan Bunda Cammana, mengikuti acara maulid di kediamannya di Limboro. Selain acara maulid, juga diadakan ritual “Maccoqbo Parewa Assamalewuang”. Tahun lalu, saya juga ikut acaranya. Sederhana tapi khidmat. Sebelum saya menjelaskan sekilas tentang “maccoqboq”, saya perkenalkan terlebih dahulu tentang kata “parewa” dan “Assamalewuang”. “Parewa” […]

Mengenal Jepa

Luas daerah penyebaran posasiq Mandar tidak hanya didasarkan pada keberanian dan kemampuan di dalam menaklukkan lingkungan laut yang cukup ganas serta kekuatan perahu yang mereka gunakan untuk berlayar di lautan luas menuju lokasi tujuan yang cukup jauh. Semuanya itu tidak akan berguna apabila tidak didukung oleh logistik (bekal makanan) dalam pelayaran mereka. Kondisi laut telah […]